Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan
mencetak 28.779.198 eksemplar buku Kurikulum 2013 untuk jenjang Sekolah
Dasar (SD).
Direktur Pembinaan SD, Ditjen Pendidikan Dasar
(Dikdas), Kemendikbud, Ibrahim Bafadal, menuturkan 28 juta ekslempar
buku tersebut akan diberikan secara gratis.
"Pemberian buku
secara gratis karena sekolah tidak ada anggaran khusus buku. Sedangkan
BOS hanya untuk biaya operasional. Disamping untuk mempermudah proses
implementasi Kurikulum 2013," ujar Ibrahim.
Ibrahim
mengungkapkan rincian 28 juta ekslempar buku yang akan dicetak tersebut
yaitu buku untuk siswa, buku pegangan guru, buku agama, buku pegangan
guru agama, dan buku pegangan Kurikulum 2013 untuk kepala sekolah.
"28
juta itu termasuk buku cadangan sekitar lima persen yang akan ditaruh
di perpustakaan sekolah. Buku cadangan untuk antisipasi jika ada siswa
yang tidak membawa buku atau ada siswa yang pindah sekolah. Biaya
mencetak buku-buku tersebut berasal dari APBN," tutur Ibrahim.
Menurut
Ibrahim, buku untuk siswa yang dicetak berupa buku tematik untuk kelas I
dan kelas IV. "Tidak semua SD mendapat buku Kurikulum 2013 karena
penerapan Kurikulum 2013 hanya 30 persen saja dari total SD yang ada di
Indonesia," katanya.
Ibrahim mengungkapkan 28 juta buku yang akan
dicetak tersebut belum pasti. Kemungkinan jumlah tersebut akan
bertambah. "Mungkin masih akan bertambah, karena ada daerah yang belum
memberikan verifikasi data," tutur Ibrahim.
Ibrahim mengatakan
saat ini proses buku Kurikulum 2013 sudah sampai tahap finalisasi di
Puskurbuk Kemendikbud dan akan segera dilelang jika sudah siap dicetak.
"Kami pastikan Juni 2013 buku Kurikulum 2013 sudah siap," ujarnya.
Sedangkan
dummy atau buku contoh, Ibrahim mengatakan, akan selesai pada awal
bulan Maret ini. "Jadwal tersebut memang sedikit terlambat dari target
awal, yakni akhir Februari. Keterlambatan itu merupakan hal yang wajar.
Karena untuk membuat buku SD membutuhkan kecermatan, utamanya pada tahap
review. Diharapkan, buku-buku tersebut nantinya dapat digunakan untuk
jangka waktu lama," ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim pembuatan buku
SD harus cermat dan konsekuensinya kecermatan membutuhkan waktu.
Beberapa konten di buku SD, tutur Ibrahim, harus direvisi atau
diperbaiki setelah dibuat oleh para penulis. "Kami harap buku itu bisa
sampai sepuluh tahun kalau dibuat dengan kecermatan," kata dia. Sumber: igi.or.id



