Orang Jawa mengatakan bahwa Guru itu "Di Gugu lan Di Tiru", ada lagi
pepatah mengatakan "Guru kencing berdiri murid kencing berlari". Kedua
kalimat itu memang benar. Apalagi ketika seorang guru melakukan hal-hal
di luar dari nilai-nilai kesopanan, maka hal itu akan dilakukan pula
oleh siswanya. Akan tetapi guru tidak sadar bahwa tindakan tersebut dicontoh dari apa yang ia lakukan.
Ketika seorang siswa melakukan
tindakan yang membuat jengkel seorang guru, maka guru langsung
menyalahkan siswa tersebut. Padahal tindakan itu dia contoh dari
gurunya. Misalnya, ketika kegiatan upacara bendera, banyak siswa
ngobrol, tidak disiplin. Dan mereka sudah diperingatkan berkali-kali
tetap saja tidak ada perubahan. Sedangkan gurunya ngobrol, apalagi
ketika ada tempat duduk, tidak segan-segannya mereka duduk. Tanpa mereka
sadari bahwa mereka diperhatikan oleh banyak siswa. Dan ketika ditanya
oleh salah satu rekannya, mereka menjawab “Jika saya berdiri terus, maka
terasa pusing”. Sungguh alasan yang tidak masuk akal. Mereka tidak
sadar, apakah siswanya merasakan hal itu juga? Merasa pusing ketika
berdiri lama. Tapi mengapa siswa yang selalu disalahkan?
Dimana letak kesalahan itu? Bagaimana cara supaya tertanam jiwa yang disiplin dari seorang guru?(rid)



