Thursday, January 26, 2017

Setiap Anak PAUD Mendapat Rp 600 Ribu Tiap Tahun

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini menambah alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pada 2016 nilai DAK sebesar Rp 2,8 triliun untuk 3,8 juta anak, dan kini naik menjadi Rp 3,5 triliun untuk 5,5 juta anak.



Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ella Yulaelawati mengatakan, penyerapan DAK tahun 2016 telah mencapai 92 persen. ”Acuan kami berdasarkan data dari Dapodik,” ujar Ella Yulaelawati di kantornya di Jakarta, Jumat (20/1).

Ella mengatakan, penyerapan DAK diantaranya 50 persen penyiapan bahan pembelajaran, 50 persen lainnya untuk peningkatan kapasitas guru dan alat ajar. DAK, tegasnya, tidak diperbolehkan untuk gaji guru. ”Tahun lalu DAK kami prioritaskan untuk anak PAUD usia 4 hingga 6 tahun. Tahun ini untuk usia 0 hingga 6 tahun,” jelasnya.

Ella menyebutkan, nilai DAK untuk setiap anak secara reguler sebesar Rp 600 ribu per tahun. Dan dikucurkan melalui lembaga PAUD. Setiap anak PAUD berkebutuhan khusus, dikatakan Ella juga berhak atas Bantuan Operasional Penyelenggaraan Anak Berkebutuhan Khusus (BOP ABK). Dalam satu tahun, masih ujar Ella, setiap anak berhak menerima Rp 1,5 juta.

Sementara itu, setiap lembaga PAUD Layanan Khusus (PAUD LK) berhak atas bantuan Rp 25 juta per tahun. ”Bantuan kami berikan untuk PAUD di perbatasan dan daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3 T). Ini untuk meningkatkan mutu dan layanan pendidikan anak,” ungkap Ella.

Ella mengatakan, bantuan BOP ABK dan PAUD LK menyasar PAUD di Kabupaten Kupang, Kabupaten Bintan dan Kota Batam. Bantuan untuk pembangunan PAUD baru dilaksanakan di Kabupaten Kupang, Natuna dan Kabupaten Karimun. ”Nilai bantuan untuk perluasan akses pelayanan pendidikan sebesar Rp 300 juta,” katanya.

Dikatakan Ella, kendala pendidikan anak usia dini diperbatasan salah satunya karena faktor geografis. Selain itu, kendala lainnya karena faktor bahasa dalam bahan ajar. Untuk membantu guru PAUD, menurutnya Kemdikbud membuat bahan ajar berbahasa daerah. ”Kami menerapkan Bahasa Ibu dalam bahan ajar. Dan ini kami terjemahkan dalam 6 bahasa daerah, seperti: bahasa Sunda, Jawa, Bali, Madura, Sasak dan Bahasa Melayu,” ujarnya.

Kasi pembelajaran PAUD Dwinita Yunus menambahkan, jumlah penerima BOP ABK tahun 2017 ini menurun. Tahun lalu jumlah penerima mencapai 3.500 anak, sementara tahun ini hanya 2.500 anak. Hal yang sama juga dialami oleh lembaga penerima bantuan PAUD LK.

Pada tahun 2017 jumlahnya hanya 100 lembaga, jauh lebih besar pada tahun 2016 yang mencapai 180 lembaga. ”Ini disebabkan oleh penyusutan APBN-P. Jadi anggaran yang ada kami sesuaikan,” ujarnya. (jawapos)
Selengkapnya »

Friday, September 9, 2016

Di Purwakarta Sekolah Dilarang Beri PR untuk Siswa SD-SMA

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi resmi memberlakukan pelarangan pemberian pekerjaan rumah (PR) akademis untuk tingkat SD-SMA di daerahnya.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Purwakarta No 421.7/2014/Disdikpora. Surat yang ditandatangani pada 1 September 2016 ini pun langsung disosialisasikan ke guru dan kepala sekolah.

"Hari ini saya kumpulkan guru dan kepala sekolah. Hari ini, larangan tersebut resmi diberlakukan," ujarnya.

Di hadapan ratusan guru, Dedi menjelaskan, pekerjaan rumah yang harusnya diberikan kepada siswa adalah PR yang aplikatif, misalnya kegiatan beternak yang diterjemahkan dalam kerangka pendidikan akademis.

"Contohnya pelajaran Bahasa Indonesia, bisa memberikan tugas membuat cerpen tentang sang gembala. Mulai dari pengalaman, hingga penghayatannya," ucapnya.

Begitu pula dengan pelajaran Biologi ataupun Kimia, siswa bisa diminta membuat kompos atau pupuk organik dari kotoran domba.

"Dengan cara ini, siswa langsung mempraktikkan teori yang diberikan di sekolah," ucapnya.

Untuk mata pelajaran Matematika, di rumah siswa bisa menghitung berapa ukuran kandang domba yang dibutuhkan. Selain itu, siswa akan mencari atap paling cocok sehingga menghasilkan suhu udara seperti apa.

"Di kami ini aneh. Belajar Fisika, Matematika, Kimia, tetapi ruangan pengap," ucapnya.

Seharusnya, bisa dihitung, satu kelas yang berisi 32 orang membutuhkan berapa banyak oksigen. Untuk mendapatkan itu, hitung berapa jumlah jendela yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, agar sirkulasi lancar, maka di luar jendela harus ditanami tanaman. Begitu pun jika sekolah jelek, siswa bisa menghitungnya dengan membawanya ke laboratorium, misalnya siswa mengambil sampel tembok yang buruk.

Di laboratorium, kadar apa yang kurang akan diketahui, contohnya semen. Dengan penemuan ini, siswa bisa menyimpulkan pembuatan kelas koruptif.

"Ketika si anak jadi Menteri PU, dia harus bisa menghitung itu. Pemberian tugas aplikatif itu pun secara tidak langsung mengajarkan antikorupsi," ucapnya.

Tugas aplikatif ini juga mampu menjawab isu yang tengah beredar, seperti kasus antraks. Anak-anak jurusan Biologi seharusnya diturunkan ke kampung untuk mengetahui penyebabnya.

Setelah mengecek ke lapangan dan mendapat teori di sekolah, anak bisa membuat jurnal ataupun hal-hal kreatif untuk memerangi antraks.

"Anak nantinya akan pintar membangun opini. Dia akan kritis," imbuhnya.

Selama ini, PR akademis yang diberikan kepada siswa serupa dengan materi akademis di sekolah. (dikutip dari kompas)
Selengkapnya »

Tuesday, August 9, 2016

LMP Kec.Muncar 2016

Pembukaan LMP tingkat SD/MI se Kecamatan Muncar 2016

Selengkapnya »

Monday, May 9, 2016

Prediksi IPS /PKn 2016

Para ops dan guru kelas VI  yang butuh prediksi US IPS dan PKn 2016 silahkan klik di sini

Selengkapnya »

Saturday, April 9, 2016

Prediksi UAS IPS dan PKn Kelas VI 2016

Bagi Bapak/Ibu guru Kelas VI, OPS maupun Bapak / Ibu wali murid kelas VI yang sebentar lagi mengikuti US/USDA 2016, ini kami lampirkan Prediksi Ujian IPS dan PKn 2016. Barangkali dapat membantu.......jika ada yang membutuhkan silahkan unduh di sini
Selengkapnya »

Inilan Ciri-ciri Sekolah yang Curang saat UN

Meski tak lagi menjadi tolok ukur kelulusan siswa, ujian nasional (UN) masih rawan kecurangan. Salah satunya adalah kebocoran soal dan kunci jawaban ujian nasional.

Bahkan di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), perwakilan sejumlah sekolah membeli kunci jawaban UN 2016 untuk disebarkan ke siswa mereka. Diyakini, kunci jawaban UN tersebut akan membuat para peserta UN meraih nilai tinggi.

Sekolah yang melakukan tindak kecurangan sendiri akan terlihat dari indeks integritas UN yang mereka raih. Kemdikbud memakai indeks integritas ini untuk mengukur kejujuran sekolah dan siswa dalam pelaksanaan ujian nasional.

"Semua bentuk kecurangan sekolah maupun siswa saat ujian nasional akan terlihat saat indeks integritas sekolah keluar. Sehingga, institusi pendidikan yang melakukan kecurangan akan merasa rugi sendiri," ujar Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Zainal Arifin Hasibuan dalam konferensi pers Ujian Nasional 2016 di Kemdikbud, Kamis (7/4/2016).

Zainal menyebut, semua pengaduan masyarakat terkait kunci jawaban UN, foto soal UNBK, dan lainnya akan mereka dalami. Kemudian, hasilnya akan disesuaikan dengan indeks integritas sekolah.

Hingga hari keempat UN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mencatat 187 pengaduan masalah UN tingkat SMA, SMK, dan sederajat. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan dari tahun sebelumnya, yakni 365 pengaduan pada 2015, 587 pengaduan pada 2014, dan 622 pengaduan pada 2013.

Dari rincian data yang dimiliki Kemdikbud, tahun ini isu kunci jawaban justru mengalami peningkatan, yakni 16 pengaduan. Uniknya, kata Zainal, hal tersebut justru berkorelasi negatif terhadap isu kebocoran soal yang justru menurun, yaitu enam pengaduan dari sebelumnya 29 pengaduan.

"Ini berkorelasi negatif, padahal harusnya positif, Artinya, saat ini ketika ada kunci jawaban beredar orang malah melakukan pengaduan, kalau dulu banyak beredar kunci jawaban tetapi banyak memilih diam," ujar Zainal.

Peningkatan jumlah pengaduan kunci jawaban, kata dia, menandakan bahwa peserta UN sudah tidak percaya dengan cara instan. Sedangkan pelaku yang melakukan penjualan kunci jawaban sudah tidak laku lagi.

"Dan memang kebanyakan kunci jawaban tersebut abal-abal," terangnya.(dikutip dari okezone.com)
Selengkapnya »

Inilah Strategi untuk Mengatasi Siswa Kesulitan Belajar

Kesulitan belajar kerap dialami siswa selama menempuh studi. Penyebabnya beragam, ada yang karena berkebutuhan khusus atau siswa reguler yang memiliki gangguan pada perkembangannya. Jika tidak segera diatasi dengan baik, hal tersebut tentu berpengaruh terhadap hasil dan prestasi belajar siswa.

Sebagai salah satu sekolah inklusi, Sekolah Madania menerima siswa dari beragam latar belakang. Kendati demikian, pada praktiknya tentu membutuhkan perencanaan yang terstruktur. Dalam sebuah sesi diskusi, pihak sekolah kemudian berbagi strategi dalam mengatasi masalah kesulitan belajar siswa, khususnya kepada siswa yang sebenarnya tidak mengalami gangguan perkembangan.


"Strateginya pertama dengan penyesuaian kurikulum dan target bajar. Kemudian penyesuaian standar penilaian," ucap guru Madania, Alfi Afifah di Sampoerna Unuversity, Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Selain strategi di atas, penting juga penambahan kelas. Jangan sampai siswa di sebuah kelas terlalu banyak. Diversifikasi soal, ucap dia, juga patut diperhatikan sehingga siswa mendapat soal sesuai kelompoknya.

"Selanjutnya study buddy. Karena kita memang memiliki program membangun kerjasama dalam belajar dengan teman sebaya. Disertai juga konseling rutin serta studi tambahan, seperti study skill, time management, dan organization skill," ucapnya.

Sementara pakar pendidikan psikologi, dr Lucia RM Rotanto, MSi, MspEd menambahkan, kesulitan belajar pada siswa reguler disebabkan ada gangguan secara neurologis di otak sehingga pemprosesan berbeda dengan orang pada umumnya.

"Misalnya, mereka melihatnya berbeda atau mendengar tidak tepat. Dampak ke setiap orang juga beda tergantung gangguan neurologisnya di sebelah mana," terangnya.

Dia menegaskan, masalah kesulitan belajar ini berbeda dengan tak ada motivasi, seperti malas belajar. "Kalau malas, tidak ada gangguan neurologis dan batin, tapi motivasi kurang. Bisa karena faktor lingkungan juga diri sendiri," tutupnya.(dikutip dari okezone.com)
Selengkapnya »

Sunday, January 31, 2016

Pendidikan Akan Gagal Tanpa Honorer K2

Meningkatnya mutu pendidikan di Indonesia, salah satunya merupakan sumbangsih honorer kategori dua (K2). Pasalnya, realita di lapangan yang menjadi tumpuan sekolah adalah guru honorer dan bukan guru PNS.

"Bagaimana kami tidak merasa ikut berjasa dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, sekolah-sekolah di daerah terbanyak diisi oleh guru honorer. Guru PNS itu jumlahnya sedikit," kata ‎Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN, Sabtu (30/1).

Dia menyebutkan,‎ potret-potret pengabdi pendidikan banyak ditangani honorer K2. Keberhasilan pencerdasan anak bangsa secara tidak langsung di tangan honorer K2. Ketika honorer K2 tidak difungsikan lagi maka gagalah pendidikan di Indonesia.

"Itu artinya kepemimpinan jokowi sebagai presiden gagal karna tidak mampu menyelesaikan permasalahan honorer K2," ujarnya.

‎Lanjutnya, jika presiden tidak mengangkat CPNS dari honorer K2, bagaimana nasib pendidikan di Indonesia. Ini karena rata-rata honorer sebagai tumpuan di sekolahan menjadi operator juga karena kebanyakan guru-guru sudah mau pensiun. "Kami banyak yang sudah tua dan tidak lama menikmati status PNS. Tolong hargai pengorbanan kami bapak presiden," serunya. (dikutip dari jpnn)
Selengkapnya »

Ada Ketimpangan di Dunia Pendidikan Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo sangat berkomitmen untuk membereskan berbagai masalah ketimpangan dunia pendidikan yang ada saat ini.

"Komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," ucap Anies di Ambon.

"Karena itu salah satu yang digagas Presiden selama ini adalah membereskan ketimpangan yang ada," kata dia.

Anies mengaku bahwa hingga saat ini ketimpangan dunia pendidikan di Indonesia masih dirasakan.

Menurut dia, ketimpangan yang terjadi itu juga sangat dipengaruhi oleh sistem transportasi dan komunikasi yang masih sangat minim.

"Ketimpangan ini ada dan harus dibereskan kita semua tahu bahwa ketimpangan di bidang pendidikan merupakan efek dari ketimpangan dibidang transportasi dan komunikasi," ujarnya.

Menurut Anies, untuk membereskan ketimpangan yang ada maka diperlukan kesadaran dan inisiatif bersama.

"Untuk membereskan ketimpangan pendidikan ini harus ada gerakan bersama," kata Anies.

"Saya lihat di Maluku ini sangat baik sekali karena Pemda memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam memajukan dunia pendidikan," ucapnya.(dikutip dari kompas)
Selengkapnya »

Wednesday, January 27, 2016

Mulai Tahun Ini, Biaya Kuliah Kedokteran di Unpad Gratis

Universitas Padjadjaran (Unpad) membebaskan biaya kuliah untuk program studi sarjana pendidikan dokter dan pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran. Namun, untuk bisa kuliah gratis, ada syaratnya.

Mahasiswa yang berminat harus bersedia mengabdi di wilayah atau instansi yang ditentukan saat lulus. Jika tidak memenuhi kesepakatan tersebut, ijazah tidak akan diberikan. Kesepakatan antara mahasiswa dan universitas dituangkan dalam perjanjian.

"Jika tidak bersedia memenuhi perjanjian itu, jangan pilih kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Unpad. Ada banyak perguruan tinggi lain yang juga menyediakan pendidikan kedokteran," ujar Rektor Unpad Prof Dr Med Tri Hanggono Achmad dalam jumpa pers di Bandung, Senin (25/1/2016), sebagaimana dilansir website Unpad.

Pada tahun akademik 2016/2017 ini, FK Unpad akan menerima 250 calon mahasiswa dengan rincian 125 dari jalur SNMPTN dan 125 dari jalur SBMPTN.

Semua mahasiswa yang diterima melalui dua jalur seleksi tersebut akan digratiskan biaya kuliahnya melalui beasiswa yang dikeluarkan pemerintah daerah dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat maupun beasiswa dari berbagai pihak, termasuk instansi swasta.

"Kenyataannya, daerah-daerah itu memerlukan tenaga. Jadi, mereka siap untuk bisa memberikan biaya pendidikannya," ujarnya.

Kebijakan tersebut diambil untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter dan dokter spesialis di berbagai daerah, khususnya di Jawa Barat.

Menurut dia, kondisi ketersediaan tenaga dokter dan dokter spesialis di Jawa Barat tidak merata. Kebanyakan tenaga dokter dan dokter spesialis masih terpusat di kota besar.

Dengan program ini, Unpad berkomitmen membantu mendistribusikan tenaga dokter dan dokter spesialis ke semua wilayah di Jawa Barat.

Dekan FK Unpad Dr Yoni Fuadah Syukriani, dr, MSi, SpF, DFM, menilai, program ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar mencintai masyarakat.

Unpad juga ingin membangun sikap kesiapan mengabdi sungguh-sungguh kepada masyarakatnya bagi para lulusannya.

"Ini adalah salah satu cara memfasilitasi mereka (mahasiswa) sehingga bisa bekerja dengan baik di masyarakat dan kariernya bisa bangun," kata Yoni. (dikutip dari kompas)
Selengkapnya »

Tuesday, January 19, 2016

Matematika Kelas IV Kelipatan dan Faktor


Pembelajaran Matematika Kelas IV SD/MI pada BAB Kelipatan dan Faktor
Selengkapnya »

Matematika Kelas IV Operasi Hitung Bilangan


Pembelajaran Matematika SD/MI kelas IV pada BAB Operasi Hitung Bilangan
Selengkapnya »

Saturday, January 16, 2016

Kemdikbud Revisi Besar-besaran Buku Kurikulum 2013

Kepala Bidang Perbukuan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Supriyatno, mengatakan, pihaknya melakukan revisi secara besar-besaran terhadap buku-buku Kurikulum 2013 (K13).

"Paling banyak perubahan adalah tematik SD kelas satu hingga enam. Akibat perubahan kompetensi inti dan kompetensi dasar maka perubahan buku-buku tersebut hingga 80 persen," ujar Supriyatno dalam diskusi di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Bahkan untuk mata pelajaran matematika kelas 12, perubahan bukunya nyaris 100 persen. Sebanyak 10 bab buku harus diganti, termasuk penempatan dari yang sebelumnya semester satu menjadi semester dua.

"Ada juga yang diajarkan di SMP, diajarkan untuk SMA. Itu terjadi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika," kata Supriyatno.

Revisi buku tersebut, lanjut dia, dilakukan berdasarkan perbaikan dari para ahli dan masyarakat yang tuntas pada akhir Oktober 2015.

Pada prinsipnya, lanjut dia, perubahan tidak menghilangkan kompetensi inti satu dan dua, tetapi menempatkan kompetensi inti satu dan dua sebagai payung khusus untuk mata pelajaran di luar agama dan PPKN.

"Kemudian dari perbaikan kompetensi inti dan kompetensi dasar itu, kami melakukan perbaikan buku yang selama ini beredar di sekolah," kata Supriyatno.

Dia menyebut, pihaknya melakukan revisi sebanyak 377 buku dan dipastikan bisa selesai pada Februari 2016. Harapannya, buku-buku tersebut dapat digunakan tahun ajaran 2016/2017.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Kemdikbud tidak menggunakan metode seperti tahun sebelumnya. Buku-buku yang selesai direvisi itu diunggah dan pemerintah akan menerapkan harga eceran tertinggi.

"Siapapun boleh menggandakan buku tersebut dengan mengacu terhadap ketentuan buku harga eceran tertinggi. Media, percetakan, distributor, bahkan masyarakat secara individu yang punya modal boleh menggandakan buku tersebut dan bisa dijual kepada sekolah ataupun masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi," tukas dia.(dikutip dari kompas)
Selengkapnya »

Tuesday, December 29, 2015

Inilah Rahasia dibalik Kebiasaan Membaca

Membaca tak hanya menjadi cara untuk menambah pengetahuan. Ada sejumlah rahasia di balik kebiasaan ini.

Sejumlah tokoh dunia dikenal punya kegemaran rutin membaca, bahkan di setiap pagi sembari meminum kopi. Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, adalah salah satu tokoh yang setiap pagi rutin membaca media massa utama.

Pendahulu Obama, Bill Clinton, juga diketahui suka membaca novel. Karya Ralph Ellison masuk daftar bacaan favoritnya.

Di antara sekian rahasia kebiasaan membaca adalah manfaatnya bagi kecerdasan otak. Membaca juga tak selalu berarti dari buku atau media cetak.

Perkembangan teknologi telah memungkinkan aktivitas tersebut dilakukan lewat dunia maya. Misalnya, memakai peranti bergerak seperti Samsung Galaxy Tab S2.

Mobilitas yang semakin tinggi, memungkinkan perangkat teknologi mobile memberikan andil lebih besar dalam kehidupan keseharian. Membaca bukan perkecualian.

Terlebih lagi, layar Super AMOLED maupun dimensi dengan ketebalan tak lebih dari 5,6 milimeter seperti yang dipasang pada tablet tersebut, memberikan ketajaman warna dan membuatnya gampang dijinjing yang bisa memudahkan kebiasaan membaca.

Berikut ini adalah berapa manfaat yang bisa didapat dari kebiasan membaca:

Perspektif dalam berpikir
Clinton berpendapat, membaca merupakan cara dia mendapatkan referensi, dari literatur hingga aneka sudut pandang atas sebuah persoalan.

Dalam konteks Clinton, misalnya, dia mengaku mendapatkan sudut pandang sebagai politisi tentang diskriminasi ras dari novel The Invisible Man dan I Know Why the Caged Bird Sing.

Kemampuan menulis dan berbicara
Banyak orator besar dikenal sebagai sosok kutu buku. Sebut saja Soekarno, Nelson Mandela, juga Abraham Lincoln.

Mereka mengembangkan kemampuan berbicara dan mempengaruhi audiens berbekal kegemaran membaca.

Membantu pembelajaran
Thorndike, ahli pembelajaran asal Amerika Serikat, menyatakan belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respons.

Menurut dia, perubahan tingkah laku bisa berwujud sesuatu yang dapat diamati atau yang tidak dapat diamati.

Membaca, kata Thorndike, membantu proses pembelajaran dengan merangsang otak merespons materi bacaan.

Mengasah otak
Dalam buku The New IQ, ingatan jangka panjang bisa dilatih, salah satunya lewat membaca. Bahkan, membaca disebut sebagai latihan terbaik untuk otak dan daya ingat.

Setiap halaman dan chapter yang biasa dibaca akan mengendap dalam ingatan. Untuk menantang kemampuan otak dan daya ingat, ada baiknya menjajal beragam buku, pengarang, dan gaya penulisan (dikutip dari kompas)
Selengkapnya »

Tuesday, December 22, 2015

Jangan Takut hanya karena Dibilang Sombong

Mendikbud Anies Baswedan memberikan Anugerah Sekolah Berintegritas Ujian Nasional kepada 503 kepala sekolah se-Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang berhasil mempertahankan integritas kejujuran saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) selama enam tahun terakhir.

Dalam suatu kesempatan, Anies bertanya ke salah satu kepala sekolah mengenai keberhasilannya membangun integritas dalam penyelenggaraan UN.

"'Apa rahasianya, Pak?' tanya saya. Kepala sekolah itu menjawab, 'Apa ya, saya juga enggak tahu. Biasa-biasa saja, Pak Menteri.' Jadi ada orang jujur heran dengan orang jujur," ujar Anies, ketika bersilaturahim dengan kepala sekolah penerima Anugerah Sekolah Berintegritas Ujian Nasional, belum lama ini.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini berharap, para kepala sekolah yang telah berhasil menerapkan nilai integritas tersebut bisa mengirimkan pesan kejujuran ke seluruh Indonesia. Bahkan, Anies mendorong mereka untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sekolahnya aman dan bebas dari korupsi.

"Jangan takut untuk dibilang sombong, tunjukkan kalau sekolah Bapak Ibu sekalian itu berintegritas. Bapak ibu sekalian tunjukkan seperti apa pelaksanaannya," tegasnya.

Bagi Anies, sekolah adalah penyedia pendidikan yang menghasilkan anak-anak Indonesia dengan intelektualitas baik dan integritas tinggi. Karena itu, pengelola sekolah harus bisa mendidik para siswanya memegang nilai-nilai kejujuran. Jika sekolah masih menunjukkan sifat-sifat korupsi, termasuk saat UN, imbuh Anies, berarti mereka tidak sedang menciptakan anak-anak Indonesia untuk berintegritas.

"Karena itu sekarang kami umumkan indeks integritas pelaksanaan UN agar tahu, posisi sekolah kita ada di mana. Saya juga ikut deg-degan sekolah SMP dan SMA saya masuk atau tidak. Ternyata dua-duanya masuk," tandas Anies. (dikutip dari okezone[.]com)
Selengkapnya »

Banyak Guru yang Malas Upgrade Ilmu

Idealnya, guru terus belajar dan memperbaharui pengetahuan mereka. Nyatanya, banyak guru masih malas meng-upgrade kompetensi profesional mereka.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Jambi, Muchtar Latif mengatakan, kompetensi guru di Jambi masih rendah, terutama kompetensi profesional. Padahal, kompetensi profesional merupakan kemampuan guru untuk menguasai bidang keilmuan yang dimiliki.

"Profesionalitas itu yang paling mendasar, baru setelah itu pedagogiknya, kepribadian dan sosial," kata Muchtar Latif.

Muchtar mengatakan hampir semua guru di jenjang pendidikan seperti itu. Fenomena rendahnya minat guru untuk meningkatkan ilmu mereka, membuat kompetensi profesional tidak meningkat. Menurutnya, tunjangan sertifikasi yang telah diberikan pemerintah kepada guru, tidak ada kontribusinya.

"Tunjangan sertifikasi tidak berkorelasi terhadap peningkatan keilmuan mereka. Pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru itu dalam rangka meningkatkan kompetensi mereka," katanya menjelaskan.

Muchtar mengatakan pola sertifikasi harus diubah. Harus ada komitmen dari guru, mengenai apa yang harus mereka capai ketika sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi. Dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, harus melakukan pendampingan dan pengawasan.

"Ketika mereka sudah dapat pelatihan atau pemantapan materi dan guru kembali ke sekolah harus diawasi. Jangan sampai ilmu yang sudah dipelajari ketika pelatihan hilang dan tidak ada aplikasi di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Rahmat Derita, membantah bahwa kompetensi guru di Jambi masih rendah.Menurut Rahmat, setelah dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) pada 9-27 November lalu, kompetensi guru di Jambi sudah meningkat dari sebelumnya. Bahkan nilai UKG guru Jambi melampaui nilai rata-rata secara nasional.

Rahmat mengatakan, untuk tahun ini, nilai rata-rata UKG nasional adalah 53. Sementara nilai rata-rata UKG guru Jambi adalah 58. Melampaui nilai rata-rata nasional katanya bukanlah suatu kemunduran, melainkan kemajuan bagi kompetensi guru.

"Kami lebih tinggi lima poin, tidak bisa dikatakan bahwa guru Jambi kompetensinya masih rendah," katanya.

Namun dia tidak menafik masih ada guru yang nilainya di bawah rata-rata, dan itu tentu akan dilakukan pembinaan. Guru-guru yang lemah di bidang tertentu akan dibina dalam pelatihan untuk memantapkan bidang yang dinilai tidak terlalu dikuasai.

"Apa yang sudah dilakukan sebelumnya, akan kita lanjutkan," imbuhnya. (dikutip dari Okezone[.]com)
Selengkapnya »

Nama Baik Sekolah Itu karena Integritasnya, Bukan hanya karena Nilai Tinggi

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud mengubah orientasi kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Jika dulu yang dikejar adalah nilai UAN yang tinggi, maka sekarang ukurannya adalah integritas.

"Kita ubah sekarang yang namanya nama baik itu jadi integritas. Kalau kemarin nama baik itu angka nilai tinggi kan? Sekarang kita bilang, nama baik anda itu integritas," ujar Mendikbud Anies Baswedan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).

Tadi pagi pun sebanyak 503 kepala sekolah diundang Presiden Jokowi ke Istana Negara. Sekolah yang mereka pimpin berhasil mempertahankan indeks integritas ujian nasional (IIUN) selama 5 tahun berturut-turut.

Proses penghitungan indeks tersebut dilihat dari kecenderungan jawaban para siswa saat ujian. Jika dalam satu sekolah terdapat banyak siswa yang jawabannya seragam, maka kecenderungan contek-menconteknya tinggi.

Ironisnya, beberapa sekolah masih ada yang gurunya membocorkan kunci jawaban kepada murid-muridnya. Semua itu demi sekolahnya mendapat nilai tinggi.

Anies kemudian menunjukkan diagram IIUN. Tampak persentase terbanyak adalah sekolah yang meraih nilai tinggi, tetapi integritasnya rendah.

"Maka dari itu sekarang, sekolah yang integritasnya tinggi itu dipasangi plang bertuliskan sekolah berintegritas. Jadi masyarakat bisa tahu sekolah mana yang jujur dan mana yang sebaliknya," tutur Anies.

Dia kemudian bercerita ketika bertemu orang tua murid yang protes dengan ujian berbasis komputer (computer based test/CBT). Mereka protes karena metode CBT membuat siswa sulit mencontek atau pun bekerja sama.

"Lalu saya tanya balik, 'jadi anda lebih senang jika nilai anak anda tinggi, tapi tidak jujur? Mau kalau nanti saat dewasa anak Anda ditangkap KPK karena tak jujur sejak sekarang?', lalu mereka diam," kata Anies.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu juga menjelaskan detil temuan indeks tersebut kepada Presiden Jokowi. Ke depannya, bisa saja ada sanksi kepada sekolah yang membiarkan siswanya tak jujur dalam ujian.

"Kalau dulu kan orang mau melapor ketidakjujuran itu takut ada apa-apa. Sekarang kita balik, jadi negara yang melaporkan ketidakjujuran kepada publik," ungkap dia.(dikutip dari detik[.]com)
Selengkapnya »

Sunday, June 14, 2015

Peran Penting Guru dalam Mengenali Bakat Anak

Kepala Sekolah Global Sevilla Pulomas Robertus Budi Setiono mengatakan guru berperan penting dalam mengenali bakat anak. "Setiap anak memiliki bakat terpendam, tugas guru untuk mengenali dan mengolah bakat tersebut," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, ditulis Senin (8/6/2015).

Dengan mengenali bakat anak, maka ketika dewasa akan memiliki ketertarikan terhadap satu bidang, tidak terombang-ambing karena tidak mengenal bakat.

"Setidaknya, pada kelas 12 SMA anak harus tahu tertarik di bidang apa dan melanjutkan kemana," jelas dia. Guru berperan penting dalam mengenali bakat anak karena hampir setiap hari berinteraksi dengan anak.

Selain itu, peran orang tua untuk mengembangkan bakat anak sangat penting. Orang tua yang terlalu cuek membuat anak malas mengembangkan bakat yang dimilikinya.

Dia memberi contoh, di sekolahnya setiap tahun mengadakan pentas drama musikal yang diikuti anak kelas satu hingga enam SD. Tujuannya untuk menggali bakat seni anak.

Drama musikal yang dipentaskan pada tahun ini yakni Matilda. Matilda, seorang anak kecil yang hobi membaca, yang ditentang orang tuanya yang tidak suka dengan hobi anaknya itu. Drama tersebut memiliki pesan moral, agar mendukung anaknya supaya sukses dengan hasrat dan bakat yang dimiliki anak, bukan sukses berdasar keinginan orangtuanya.

"Orang tua jangan menjadikan anak seperti apa yang diinginkannya. Anak merupakan pribadi bebas yang seharusnya berkembang sesuai bakatnya," cetus dia.

Pemerhati pendidikan dari Komunitas Sahabat Anak, Fredrikson Horo, orang tua bisa mengenali bakat anak sejak berumur empat tahun. (dikutip dari liputan6.com)
Selengkapnya »

Monday, June 8, 2015

Guru tidak usah lagi memikirkan Padamu Negeri

Kini guru tak perlu direpotkan lagi akibat dualisme sistem pendataan pendidikan yang melibatkan guru yaitu Padamu Negeri dan Dapodik. Kementeri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan satu sistem pendataan pendidikan yaitu hanya Dapodik. Hal itu dikatakan Supriyatno, Kasubag Data dan Informasi, bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar.


“Bapak ibu tidak perlu lagi memikirkan padamu negeri, ke Dapodik saja. Saat ini kita sedang menyusun Permendikbud tentang Dapodik yang mengatur tentang tidak adanya sistem pendataan di lingkungan Kemendikbud selain Dapodik,” kata Supriyatno, dikutip dari dikdas.kemdikbud.go.id (08/06/15).

Menurut Supriyatno, akan terbit Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur tentang sistem pendataan di lingkungan kementeriannya. Dengan hanya satu sistem pendataan pendidikan akan sangat mempermudah kinerja sekolah yang merupakan ujung tombak penjaringan data pendidikan.

Seiring dengan telah terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan, Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) akan digabung dengan Data Pokok Pendidikan Menengah (Dapodikmen).

Padamu Negeri merupakan singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sistem pendataan secara online yang diluncurkan 20 Mei 2013 ini dikelola oleh oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).
Selengkapnya »

Thursday, May 28, 2015

Unas 2016 Digelar Februari

Tahun depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memajukan penyelenggaraan ujian nasional (unas) jenjang SMA/sederajat menjadi Februari. Tahun-tahun sebelumnya, unas digelar April.

Rencana ini diungkap langsung oleh Mendikbud Anies Baswedan. Dimajukannya penyelenggaraan unas ini, berarti ujian tahunan itu digelar di awal semester genap. Sedangkan selama ini unas selalu digelar di April atau di akhir semester genap. Semester genap biasanya berjalan mulai Januari.

Sekilas perubahan jadwal unas ini memiliki konsekuensi pada penyampaian materi pelajaran kepada siswa. Yakni adanya pemampatan materi pelajaran di semester ganjil. Pemampatan itu dilakukan untuk mengakomodasi materi pelajaran yang biasanya diajarkan di semester genap.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam di Jakarta kemarin (27/5) mengatakan, memang benar ada rencana mengubah jadwal penyelenggaraan unas. Yakni unas yang biasanya digelar di akhir semester genap, digeser menjadi di awal semester genap.

Namun dia menegaskan tidak ada pemampatan materi pelajaran di semester ganjil. "Materi pelajaran tetap berlangsung seperti biasa," katanya. Dengan demikian materi yang diujikan dalam unas hanya sampai materi kelas XII semester ganjil. Intinya materi ujian tidak boleh berisi materi yang belum pernah diajarkan.

Kemendikbud tidak asal-asalan dalam mengambil kebijakan memajukan penyelenggaraan unas ini. Mendikbud Anies Baswedan menuturkan dengan dimajukannya penyelenggaraan ujian tahunan itu, ada jeda waktu bagi siswa untuk mendapatkan orientasi tambahan menjelang kelulusan.

"Selama ini yang ada kan hanya orientasi siswa baru. Sedangkan orientasi siswa yang akan lulus tidak ada," katanya.

Anies mengungkapkan bahwa hanya separo lulusan SMA sederajat yang melanjutkan kuliah. Sementara lainnya ada siswa yang ingin bekerja ikut orang atau perusahaan, berwirausaha, atau menjadi CPNS, TNI/Polri.

Nah para siswa dengan beragam pilihan setelah lulus SMA itu perlu ada pendalaman wawasan. "Waktu antara Februari sampai April itu bisa menjadi berharga," katanya.

Misalnya bagi siswa SMA yang berniat melanjutkan kuliah, maka akan dibekali matrikulasi untuk membantu kelulusan ujian masuk PTN. Sedangkan bagi siswa yang ingin bekerja, diajari cara menulis lamaran kerja, membuat CV yang menarik, hingga teknik menghadapi wawancara kerja.

Pihak sekolah juga bisa berinisiatif untuk menghadirkan alumni mereka dengan beragam profesi untuk memberikan wawasan kepada siswa yang akan lulus. Dengan cara ini, siswa tidak seolah-olah dibiarkan begitu saja mengarungi dunia nyata setelah tamat SMA. (jpnn)
Selengkapnya »

Home