Mendikbud Anies Baswedan memberikan Anugerah Sekolah Berintegritas Ujian Nasional kepada 503 kepala sekolah se-Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang berhasil mempertahankan integritas kejujuran saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) selama enam tahun terakhir.
Dalam suatu kesempatan, Anies bertanya ke salah satu kepala sekolah mengenai keberhasilannya membangun integritas dalam penyelenggaraan UN.
"'Apa rahasianya, Pak?' tanya saya. Kepala sekolah itu menjawab, 'Apa ya, saya juga enggak tahu. Biasa-biasa saja, Pak Menteri.' Jadi ada orang jujur heran dengan orang jujur," ujar Anies, ketika bersilaturahim dengan kepala sekolah penerima Anugerah Sekolah Berintegritas Ujian Nasional, belum lama ini.
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini berharap, para kepala sekolah yang telah berhasil menerapkan nilai integritas tersebut bisa mengirimkan pesan kejujuran ke seluruh Indonesia. Bahkan, Anies mendorong mereka untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sekolahnya aman dan bebas dari korupsi.
"Jangan takut untuk dibilang sombong, tunjukkan kalau sekolah Bapak Ibu sekalian itu berintegritas. Bapak ibu sekalian tunjukkan seperti apa pelaksanaannya," tegasnya.
Bagi Anies, sekolah adalah penyedia pendidikan yang menghasilkan anak-anak Indonesia dengan intelektualitas baik dan integritas tinggi. Karena itu, pengelola sekolah harus bisa mendidik para siswanya memegang nilai-nilai kejujuran. Jika sekolah masih menunjukkan sifat-sifat korupsi, termasuk saat UN, imbuh Anies, berarti mereka tidak sedang menciptakan anak-anak Indonesia untuk berintegritas.
"Karena itu sekarang kami umumkan indeks integritas pelaksanaan UN agar tahu, posisi sekolah kita ada di mana. Saya juga ikut deg-degan sekolah SMP dan SMA saya masuk atau tidak. Ternyata dua-duanya masuk," tandas Anies. (dikutip dari okezone[.]com)



