Dengan di"luncurkanya" TPP bagi guru diharapkan kinerja guru lebih baik dengan semakin bervariasinya teknik dan metode mengajar yang endingnya menjadikan anak didik lebih mudah mengerti dan barang pasti "hasil" pendidikan akan jauh lebih baik dari tahun tahun kemaren sebelum program TPP diluncurkan oleh pemerintah.
TPP terkait erat dengan OPERATOR Sekolah.Mustahil TPP akan cair dengan "mulus" tanpa campur tangan operator sekolah.Dari segi finansial memang jauh dari harapan, tapi karena ini merupakan tugas yang notabenenya untuk memenuhi hajat hidup orang banyak maka operator rela meluangkan banyak waktu untuk sekedar membantu teman guru agar data bisa "diterima" pusat (Jakarta).
Sayangnya Operator yang digadang-gadang bisa merampunglkan tugas mulia itu adalah seorang Guru yang punya tugas utama mengajar/mendidik.Bayangkan saja jika tugas guru harus "berdampingan" dengan tugas operator.pasti salah satu tugas akan keteteran.
Apalagi si guru itu selain tugas tambahan sebagi operator sekolah "merangkap" jadi operator kecamatan, betapa sibuknya si guru.Belum lagi kalo siguru itu rada "laris manis" di tingkat kecamatan.Jadi Operator Sekolah,Operator BOS Kecamatan,Operator BIOUN,Pengurus PGRI dan bahkan Pengurus KKG tingkat Kecamatan.Bisa dibayangkan sibuknya siguru dengan tugas tambahan yang sebenarnya mengganggu tugas utamanya sebagai guru kelas.
Sebenarnya kelalaian guru itu juga jadi tanggung jawab UPTD.Karena kantor mempekerjakan guru yang punya tugas mengajar untuk mengurusi hal hal ribet yang tidak ada kaitanya dengan tugasnya sebagai guru kelas.
Seringnya si guru meninggalkan sekolah barang tentu banyak yang iri terutama dari teman sekantor (satu lembaga) dengan alasan dibayar kok tidak pernah / jarang mengajar.Baru baru ini justru si guru dilaporkan ke dinas dengan alasan diatas.Kalau Kepala Sekolah bisa "ngemong" seluruh anak buahnya saya yakin tidak ada kasus ini.Seluruh dewan guru di lembaga itu harus nyadar kalo si guru sering meninggalkan kelas karena tenaganya dibutuhkan di tingkat yang lebih luas (kecamatan).
Untuk UPTD klo memang si operator tenaganya dibutuhkan ya jangan sungkan untuk meredam gejolak ini agar tidak menjalar ke sekolah lain.saya yakin semua sekolah situasinya juga demikian hanya saja tidak muncul ke permukaan.Operator hanya tugas tambahan....bisa dibayangkan betapa kacaunya sekolah jika para operatornya pada ngambek dan mengembalikan SK Operator.Mohon pihak terkait untuk segera meluruskan masalah ini...



